Abis membaca Parodi-karya Samuel Mulia (jadi inget mbak tya-humas
bukit asam,gak salah kalo dia benar kagum berat). Hemmmm parodi yang
penuh sindiran dan dilengkapi dengan solusi yang benar2 mudah
diimplementasikan…
Minggu ini, tanggal 24 Januari 2009, Samuel
menulis tentang “Penuh Perhatian”. Ada hal menarik bagiku ”Permasalahan
negeri ini tak semata-mata hanya dicarikan solusi duniawinya yang bisa
diribetkan, tetapi melakukan pendekatan yang nonduniawi yang begitu
sederhananya”
Samuel juga mencontohkan pendekatan non duniawi
sederhana yang dapat dilakukan antara lain dengan ucapan ulang tahun
beberapa teman facebook baik kenal maupun tidak kenal. Inilah hal mudah
namun jarang dilakukan.
Tak usah dipungkiri seorang manusia pasti
doyan dengan perhatian. Sayangnya saat kita ulang tahun, senengnya bukan
kepayang jika banyak ucapan di FB maupun sms. Namun saat melihat list
teman yang ultah di FB, hati tidak bergerak untuk menulis ucapan selamat
di wall maupun send message ke teman tersebut..(menyinggung diri
sendiri nih..hehehe)
Nah, ngomong-ngomong tentang perhatian. Jadi
inget sama bos di kantor nih…beliau sering mengingatkan aku “jadilah
orang yang care..”. Care dalam pekerjaan maupun dalam pergaulan.Namun
care juga harus tahu batasan mana privacy orang dan mana public room.
Sering kita jumpai di dalam dunia kerja, care terhadap pekerjaan teman
lebih cenderung diasumsikan kritik bukan saran. Inilah yang salah dari
mindset kita..seolah-olah jika seorang teman perhatian kepada hasil
kerja kita, kita lebih menanggapi dengan apatis dan merasa terhina
karena dia menemukan keburukan kita.
Di lain sisi, ada beberapa
orang yang kurang perhatian sampe-sampe dia buat sensasi..contoh
sesering mungkin update foto, update status di FB..hufff jangan lebay
pliss!!! (LA adv: mode on). Sebenarnya juga kita update status FB juga
berharap dapat perhatian dari teman2 kita (melalui comment2) iya
kan??hayoooo ngakuuuu....
Memang hidup perlu keseimbangan ”ada yang mencari perhatian dan ada yang memberi perhatian”....
Sudah
menjadi hal biasa jika ada beberapa berita di media televisi yang
mengkritik pemerintah karena tidak memperhatikan rakyat kecil. Mungkin
pemerintah lebih banyak memberikan perhatian secara duniawi seperti
pemberian BLT. Dan sejauh ini memberikan perhatian secara nonduniawi
pada beberapa kelompok masyarakat yang sudah terkena masalah sebagai
contoh kunjungan saat terjadi bencana. Tapi ini juga perlu diberi
apresiasi dari pada nggak...hehehehe pisss pak!!!.Tapi memang perhatian
tidak hanya didapat dari pemerintahan tertinggi selevel DPR ke atas. Di
beberapa kota kecil,aparatur pemerintah level bawah seperti ketua RT,
ketua RW dan Kepala Desa telah memberikan perhatian nonduniawi melalui
gotong royong pembangunan fasilitas kampung, pembangunan rumah warga,
menjenguk warga sakit maupun salah satu anggota keluarganya
meninggal.Namun apa yang bisa dilakukan oleh aparatur negara level bawah
di Kota besar?yang tidak punya waktu untuk orang lain..yang tidak perlu
diperhatikan oleh orang lain..yang tidak mau tahu urusan orang
lain..mau perhatian tapi takut menginjak-injak privacy orang..Nah jika
diakar masyakat kita sudah tidak dipupuk rasa perhatian satu sama lain,
gmn pemerintahan diatas dapat memetakan mana yang prioritas untuk diberi
perhatian...
Semoga dengat membaca tulisan ini, kita semua bisa
memberikan perhatian non duniawi yang cukup sederhana bagi orang
disekitar kita. Yah dari pada memberi perhatian duniawi yang
ribet..(palagi gaji pas-pasan, pasti dehhh tambah ribet, ribet n ribet).
Dengan Salam dan Senyum merupakan salah satu perhatian non duniawi yang
murah, mudah dan membawa berkah amiennnn. Nah bagi maniak FB bisa juga
dengan memberi comment bagi semua teman dan jangan lupa ucapan ulang
tahun ya
Ok guys, beri perhatian untukku dengan menulis komentar apapun tentang tulisan ini...thanks guys!!!