Resensi Novel 5 menara
awalnya
saya tidak tertarik dengan buku ini yang direkomendasikan oleh temen
kerja saya.dia pernah bilang "wah baca buku ini bikin kepingin masuk
pondok..".asal bukan pondok indah mall kali ya...spontan aq tanya "ehmm
setting yang dipakai dimana?". "dipondok jawa timur" serunya dari balik
meja kerjanya..wah,kyknya gak menarik kl setting indonesia,pikirku.yah
memang aq akui gak seberapa suka dengan setting diindonesia dan dalam
didominasi oleh 1 tempat saja.
Tapi suatu saat aq melihat acara di
salah satu tv swasta yang membahas buku tersebut oleh sang pengarang A.
Fuadi..sekilas aku mendengar bahwa buku tersebut berjudul 5 menara
karena pelaku dalam novel ada di 5 benua.wah,aku jadi tertarik
tiba2..alhasil,aq membelinya di toko buku. kemudian aku baca,memang
diawal menceritakan tokoh utama dengan setting danau maninjau di daerah
sumatera barat. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian ilmu agama di
sebuah pondok pesantren bernama Pondok Madani yang dipimpin oleh Kiai
Rais. Disinilah alif bertemu dengan keempat temannya.mereka belajar
dalam kurun waktu 6 tahun,di pondok tersebut terkenal kedisiplinnan yang
ckup tinggi mulai dari bahasa yang digunakan hingga film yang
ditonton.meskipun identik dengan ilmu agama,pondok tersebut juga
dilengkapi dengan fasilitas yang berbau kreativitas
olahraga,kesenian,speaker. Dan tidak tanggung2 pondok ini dijadikan
sebagai salah satu tujuan wisata pendidikan.sering pula dikunjungi oleh
kedubes2 luar negeri.pengarang lebih menceritakan detail kegiatan
sehari-hari dipondok tersebut.bagi para pembaca yang mempunyai
putra-putri pasti akan tertarik untuk menjadikan pondok tersebut sebagai
salah satu alternatif pendidikan.
Selain itu pedoman hidup yang
ditanamkan dalam diri para pencari ilmu disini adalah "man jadda
wajada"...teruslah berusaha,pasti sukses didepan mata.dan berusahalah
diatas rata-rata orang kebanyakan.layaknya sebuah nyanyian bondan
prakoso "everything's gonna be OK"..jd pada intinya selain berusaaha
keras kita juga perlu tawakal dan berdoa terus menurus.dan tentunya
berpandangan positif kepada Tuhan atas do'a-do'a kita...
Dalam
novel ini sedikit dibahas tentang asmara,hanya sedikiti ditampilkan
tentang seorang remaja putri,anak dr kiai yang soleh dan tinggal
dipondok putri di jogja.yang diidolakan oleh para penuntut ilmu di
pondok madani.yah meskipun tidak ada kejelasan bgaimana selanjutnya.
dari
novel ini juga dikemukakan salah satu metode mengajar bahasa yang
ditulis di hal 110 (dengar,ikuti,teriakkan,ulangi lagi):seorang ustad
akan meneriakan sebuah kosa kata (tanpa menulis) kepada muridnya dan
mengulangnya terus menerus sampai muridnya hafal dan baru akan
menulisnya dipapan apa yg dia katakan.
Pelajaran hidup yang
tersirat dalam buku ini antara lain adalah "JANGAN PERNAH SEDIH MARAH
KECEWA DAN TAKUT KARENA ADA FAKTOR LUAR.KITALAH YANG BERKUASA PADA DIRI
KITA,JANGAN SERAHKAN KEKUASAAN ITU KEPADA ORANG LAIN"
di hal 175
terdapat sebuah etika atau budaya dr luar negeri yang mungkin cukup
bagus diterapkan di indonesia. Yaitu saat kita berkontribusi dengan
tulisan ataupun kita meminta sebuah produk gratis dr lembaga
trsbt,sedangkan lembaga tersebut tidak mampu untuk memenuhi permintaan
kita,lembaga tersebut akan mengirim surat untuk mohon maklum karena dia
tidak bisa meminta apa yg kita harapkan. Jadi orang tidak menghabiskan
waktu untuk kecewa dan menunggu2apa yg diharapkan. Hal seperti ini
biasanya diterapkan oleh lembaga rekrutmen. Disaat ada pelamar yang
tidak dapat mengikuti tes selanjutnya akan diberitahu bahwa tes
sebelumnya gagal dan perusahaan mengucapkan terima kasih atas
kontrbusinya.
terus terang,sebenarnya aq agak sedikit kecewa..apa
yg aku bayangkan novel dengan setting beberapa belahan dunia hanya
diwakili oleh 1 bab dan terakhir yaitu pertemuan ke 5 sahabat itu
TRAFALGAR SQUARE LONDON..
Tapi aku rasa kekecewaan tersebut sudah terakomodir dengan pelajaran2 hidup yg dikemukan di novel tersebut...
SEMANGATSOBAT...MAN JADDA WAJADA...