0

Resensi Novel 5 Menara

Posted by Unknown on 17.32
Resensi Novel 5 menara
awalnya saya tidak tertarik dengan buku ini yang direkomendasikan oleh temen kerja saya.dia pernah bilang "wah baca buku ini bikin kepingin masuk pondok..".asal bukan pondok indah mall kali ya...spontan aq tanya "ehmm setting yang dipakai dimana?". "dipondok jawa timur" serunya dari balik meja kerjanya..wah,kyknya gak menarik kl setting indonesia,pikirku.yah memang aq akui gak seberapa suka dengan setting diindonesia dan dalam didominasi oleh 1 tempat saja.
Tapi suatu saat aq melihat acara di salah satu tv swasta yang membahas buku tersebut oleh sang pengarang A. Fuadi..sekilas aku mendengar bahwa buku tersebut berjudul 5 menara karena pelaku dalam novel ada di 5 benua.wah,aku jadi tertarik tiba2..alhasil,aq membelinya di toko buku. kemudian aku baca,memang diawal menceritakan tokoh utama dengan setting danau maninjau di daerah sumatera barat. Kemudian dilanjutkan dengan pencarian ilmu agama di sebuah pondok pesantren bernama Pondok Madani yang dipimpin oleh Kiai Rais. Disinilah alif bertemu dengan keempat temannya.mereka belajar dalam kurun waktu 6 tahun,di pondok tersebut terkenal kedisiplinnan yang ckup tinggi mulai dari bahasa yang digunakan hingga film yang ditonton.meskipun identik dengan ilmu agama,pondok tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas yang berbau kreativitas olahraga,kesenian,speaker. Dan tidak tanggung2 pondok ini dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata pendidikan.sering pula dikunjungi oleh kedubes2 luar negeri.pengarang lebih menceritakan detail kegiatan sehari-hari dipondok tersebut.bagi para pembaca yang mempunyai putra-putri pasti akan tertarik untuk menjadikan pondok tersebut sebagai salah satu alternatif pendidikan.
Selain itu pedoman hidup yang ditanamkan dalam diri para pencari ilmu disini adalah "man jadda wajada"...teruslah berusaha,pasti sukses didepan mata.dan berusahalah diatas rata-rata orang kebanyakan.layaknya sebuah nyanyian bondan prakoso "everything's gonna be OK"..jd pada intinya selain berusaaha keras kita juga perlu tawakal dan berdoa terus menurus.dan tentunya berpandangan positif kepada Tuhan atas do'a-do'a kita...
Dalam novel ini sedikit dibahas tentang asmara,hanya sedikiti ditampilkan tentang seorang remaja putri,anak dr kiai yang soleh dan tinggal dipondok putri di jogja.yang diidolakan oleh para penuntut ilmu di pondok madani.yah meskipun tidak ada kejelasan bgaimana selanjutnya.
dari novel ini juga dikemukakan salah satu metode mengajar bahasa yang ditulis di hal 110 (dengar,ikuti,teriakkan,ulangi lagi):seorang ustad akan meneriakan sebuah kosa kata (tanpa menulis) kepada muridnya dan mengulangnya terus menerus sampai muridnya hafal dan baru akan menulisnya dipapan apa yg dia katakan.
Pelajaran hidup yang tersirat dalam buku ini antara lain adalah "JANGAN PERNAH SEDIH MARAH KECEWA DAN TAKUT KARENA ADA FAKTOR LUAR.KITALAH YANG BERKUASA PADA DIRI KITA,JANGAN SERAHKAN KEKUASAAN ITU KEPADA ORANG LAIN"
di hal 175 terdapat sebuah etika atau budaya dr luar negeri yang mungkin cukup bagus diterapkan di indonesia. Yaitu saat kita berkontribusi dengan tulisan ataupun kita meminta sebuah produk gratis dr lembaga trsbt,sedangkan lembaga tersebut tidak mampu untuk memenuhi permintaan kita,lembaga tersebut akan mengirim surat untuk mohon maklum karena dia tidak bisa meminta apa yg kita harapkan. Jadi orang tidak menghabiskan waktu untuk kecewa dan menunggu2apa yg diharapkan. Hal seperti ini biasanya diterapkan oleh lembaga rekrutmen. Disaat ada pelamar yang tidak dapat mengikuti tes selanjutnya akan diberitahu bahwa tes sebelumnya gagal dan perusahaan mengucapkan terima kasih atas kontrbusinya.
terus terang,sebenarnya aq agak sedikit kecewa..apa yg aku bayangkan novel dengan setting beberapa belahan dunia hanya diwakili oleh 1 bab dan terakhir yaitu pertemuan ke 5 sahabat itu TRAFALGAR SQUARE LONDON..
Tapi aku rasa kekecewaan tersebut sudah terakomodir dengan pelajaran2 hidup yg dikemukan di novel tersebut...
SEMANGATSOBAT...MAN JADDA WAJADA...

0

Resensi Novel Dwilogi Andre Hirata

Posted by Unknown on 17.34
Novel I : Padang Bulan
Jumlah hlm : 254 hlm
Novel II : Cinta di Dalam Gelas
Jumlah hlm : 270 hlm
Pengarang : Andrea Hirata (Penulis Novel Fenomenal Laskar Pelangi)
Penerbit : PT. Bentang Pustaka-Yogyakarta
Editor : Imam Risdiyanto
Tahun terbit : Juni 2010

“Betapa ajaib perempuan itu, betapa kuat tekadnya. Terpampang didepanku kini, akibat yang dahsyat dari orang yang tak pernah gamang untuk belajar, dari orang yang berani menantang ketidakmungkinan”

Abdul Hadi WM dalam catatannya, Jagat dan Estetika Sastra Sufi Nusantara (2007) mengutip Braginsky, mengklasifikasikan karya-karya Melayu klasik ke dalam tiga kategori berdasar teori perenial. Pertama, karya-karya yang memaparkan sfera kamal atau penyempurnaan batin, misalnya sastra sufi. Kedua, karya-karya yang memaparkan sfera faedah, semisal karya-karya yang menebar manfaat dan mengajarkan adab kepada masyarakat. Ketiga, karya-karya yang memaparkan sfera keindahan atau kenikmatan lahir. Yang termasuk dalam kategori ini adalah kisah-kisah pelipur lara.Untuk karya Andrea Hirata ini lebih mengarah pada karya yang memaparkan Sfera Faedah.
Bagian yang terpenting dalam merebut makna di dalam karya sastra itu sendiri dapat dilakukan melalui pendekatan struktural. Pendekatan struktural ini dapat dilakukan melalui (1) tema, (2) tokoh, (3) latar, (4) alur, (5) tuturan pengarang terhadap karakteristik pelakunya, gambaran yang diberikan pengarang lewat gambaran lingkungannya maupun cara berpakaian, menunjukkan bagaimana prilakunya, melihat bagaimana tokoh it berbicara tentang dirinya, memahami bagaimana jalan pikirannya, melihat bagaimana tokoh lain berbicara tentangnya, melihat bagaimana tokoh lain berbicara dengannya, melihat bagaimana tokoh-tokoh yang lain itu memberikan reaksi terhadapnya, dan melihat bagaimana tokoh itu dalam mereaksi tokoh yang lainnya.
(1)Tema dalam novel tersebut mengangkat emansipasi wanita yang terbangun pertama kali di daerah pelosok Biton kota Tanjung Pandan.
(2)Tokoh yang memegang peranan penting adalah Ikal dkk serta Maryamah. Peran ikal menonjol pada novel pertama sedangkan peran maryamah menonjol pada novel kedua. Tokoh pendukung lainnya adalah A-ling cinta sejati ikal, anggota persatuan bujang-bujang lapuk (Detektif M. Nur) , merpati Jose Rizal, Paman ikal, Yamuna dan masyarakat.
(3) Latar di daerah pelosok kota Tanjung Pandang daerah bangka belitung sebelah timur dari provinsi sumatera selatan. Latar yang digunakan sama dengan latar pada novel-novel karya Andrea Hirata sebelumnya.
(4) Alur yang digunakan lurus ke depan.
(5) Pada novel I, pengarang menceritakan betapa minimnya lowongan pekerjaan untuk seorang sarjana layaknya si Ikal. Selain itu pengarang menceritakan percintaan antara A-ling dengan Ikal yang tidak direstui oleh orang tua Ikal. Ikal seorang sarjana yang belum bekerja termasuk kategori bujang lapuk. Pengarang juga sedikit menonjolkan adat orang Tionghoa di Biton, saat menjadi salah satu perantara urusan bercinta (mak comblang) merupakan salah satu misi rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain.
Pada Novel II, pengarang lebih banyak menampilkan hal-hal yang menarik. Diantaranya pengarang menonjolkan kerjakeras Maryamah untuk belajar bahasa inggris tanpa terhalang usia. Serta kerja keras maryamah untuk membalas dendam pada mantan suaminya yang telah meninggalkannya melalui sebuah pertandingan catur. Yang pada ujungnya kemenangan maryamah dalam pertandingan catur tersebut merupakan pintu kemerdekaan bagi emansipasi wanita di daerah tersebut. Kemenangan maryamah tidak luput dari dukungan yang amat besar dari Ikal beserta pada bujang-bujang lapuk lainnya yang mendirikan klub catur ”Kemenangan Rakyat Adalah Kebahagian Kita Semua”. Kemenangan maryamah tidak lepas dari tuntunan seorang grand master catur wanita yaitu Ninochka Stronovsky dengan perantara Ikal melalui dunia maya. Pengarang memaparkan strategi-strategi catur dengan banyak variasi, hal ini mengajak pembaca yang mengerti catur layaknya dihadapan sebuah papan catur, sedangkan bagi pembaca yang tidka mengetahui sama sekali catur akan mengaguni betapa sangat mengertinya pengarang tentang catur.
Selain itu pengarang juga memaparkan betapa menjamurnya kedai-kedai kopi dan kebiasaan minum kopi sudah menjadi adat yang benar-benar melekat. Bahkan pengarang juga memaparkan, beberapa hasil survey tentang kopi yang diceritakan melalu tokoh Ikal. Pemaparan karakteristik peminumpkopi berdasrkan tempatnya, jumlah gulanya dan jumlah adukkanya. Kedai kopi merupakan sebuah panggung demokrasi dimana masyarakat berorasi untuk mengungkapkan kekesalannya pada pemerintah tanpa ada solusi yang ditawarkan dan tentunya tanpa ada aparat pemerintah yang mendengarkan. Kedai kopi milik paman ikal dimana ikal bekerja memegang peranan penting dalam cerita ini. Dimana hampir setting di novel kedua berada di kedai kopi.

0

Sepercik Kasih Ibu

Posted by Unknown on 17.35
Cukup banyak kita jumpai tulisan-tulisan yang mengagungkan jasa ibu bahkan sudah tak terhitung..mungkin saat kita membaca, hanya saat itu pula kita terkenang jasa wanita yang melahirkan kita. Sesudah itu..tulisan itu hanya seklumit kenangan yang tak berarti.Yah mungkin begitu perasaan kita kl mau bicara jujur…Tapi semoga tidak seburuk itu
Tak jarang kita melihat berita-berita kekerasan yang dilakukan oleh seorang wanita yang seharusnya bersahaja, melindungi anak-anaknya. Setelah dibreakdown penyebabnya, karena ada faktor X. Entah karena faktor dari luar maupun diri dari seorang ibu tersebut. Disini tidak etis jika kita hanya mencari sumber masalah atau aib dari segelintir wanita yang mulia tersebut. Coba tengok beberapa wanita mulia yang sampai akhir hayatnya berada disamping seorang laki-laki untuk meraih kesuksesan, contoh bapak Habibie.
Jadi ingat saya saat perjalanan menuju ke Jakarta dari Surabaya. Naik salah satu penerbangan, duduk disebelah saya ibu-ibu muda yang cukup modis dan cantik bersama dengan anak laki-lakinya bernama “Roja”. Yah nama yang cukup unik, mereka keturunan makasar. Setelah berbincang sepatah dua patah, tujuan ibu tersebut ke Jakarta adalah menemui ayah Roja. Karena selama ini ibu tersebut harus menunggui orang tuanya yang sedang sakit.
Roja, anak kecil yang tampan dengan bulu mata lentik. Dia begitu lincah, entah kenapa saat pesawat boarding dia akan diam dan mendekap ibunya. Namun setelahnya dia akan bermain sesuka hatinya dan akan menangis seketika tanpa alasan yang jelas. Hampir ¾ waktu perjalanan, Roja terus menangis. Entah kenapa..mungkin dilanda bosan dengan tempat yang cukup sempit dan tidak bebas bergerak.Dia terus menangis dan menangis….
Alhasil ada seorang penumpang wanita sekitar 45 tahun dengan posisi duduk tepat di belakang Roja merasa terganggu dan bilang “ eh diem diem…berisik tante gak bisa istirahat”..
Padahal dari mulai check in hingga sampai dengan Jakarta, saya amati penumpang wanita tersebut ngobrol tanpa hentinya dengan rekan kerjanya. Dengan susah payah ibu Roja menyanyi dan menimang-nimang Roja…Mulai nyanyi dari topi saya bundar, satu-satu aku sayang ibu, meskipun dengan suara yang tidak begitu merdu. Saya disampingnya tidak membayangkan seperti apa saya besok. Masih mampukan saya menyanyikan lagu itu, apa akan aku nyanyikan lagu ada TRIAD, DEWA 19, DEWI-DEWI dll.
Namun sudah hampir sampe Jakarta, Roja pun masih menangis. Sebentar-bentar Roja akan berhenti menangis dan gak lama kemudian dilanjutkan menangis. Sampai kehabisan akal, ibu Roja bilang “ Roja jangan nakal, nanti dimarahin sama mak lampir lho..” (sambil menunjuk ke arah belakang).
Hemmm, bisa merasakan bagaimana kegalauan ibu saat dicomplain ibu lainnya dengan nada bicara yang menyakitkan.
Namun perlu diketahui, ternyata Roja menangis terus karena banyak bisul dibadannya mulai dari kepala, tangan hingga kaki…wah wah…apa bisa kita menyalahkan ibu Roja gara-gara sering kasih Roja telur?...hehehehe:D…tentu tidak boleh lah…inget donk lagu melly goslow…

"Kata mereka diriku
S’lalu dimanja
Kata mereka diriku
S’lalu ditimang
Nada-nada yang indah
S’lalu terurai darimu
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi derita-mu
Tangan halus dan suci
T’lah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Telah dia berikan
Oh… bunda ada dan tiada
Dirimu-kan selalu ada di dalam hatiku"

Copyright © 2009 Rien Note All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.